Kamis, 17 Maret 2016

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS POPULASI RUSA DI PENANGKARAN MENDALO

LAPORAN PRAKTIKUM
ANALISIS POPULASI RUSA DI PENANGKARAN MENDALO


SETHA GUSTI MAYASA
D1D01371

DOSEN PENGGAMPU
 DRS. ASRIZAL PAIMAN, M.SI
NOVRIYANTI, S.HUT, M.SI
CORY WULAN,S.HUT, M.SI




PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS JAMBI


2016ABSTRAK
Rusa sambar (Cervus  unicol) adalah salah satu jenis herbivora yang dilindungi dan kini keberadaanya semakin berkurang dikarenakan perubahan dan kerusakan habitat. Rusa sambar yang asli berasal dari Indonesia (sumatera dan kalimatan) terdapat juga semenanjung..Penangkaran rusa sambar merupakan suatu yang bersifat pelestarian jenis rusa sambar dari kepunahan dan penyelamatan plasma nutfuh spesifik pulau kalimatan dan pulau sumatera. Diprovinisi jambi terdapat juga penangkaran rusa sambar didirikan pada tahun 2000 melalui dana reboisasi,penangkaran rusa memiliki luasan area kurang lebih 1 hektar.jumlah rusa pertama adalah 2 ekor,terdiri dari jantan dan betina.rusa yang sekarang ada dipenangkaran merupakan anak dari induk rusa pertama.total rusa yang ada saat ini dipenangkaran berjumlah 10 ekor 2 betina dan 8 jantan.habitatnya penangkaran berbeda dengan habitat alami.berdasarkan ciri habitatnya,pada habitat penangkaran terdapat peningkatan nutrisi,bertambahnya persaingan intraspesifik untuk memperoleh makanan,berkurangnya pemangsaan oleh predator alami,berkurangnya penyakit dan parasit serta meningkatnya kontak dengan manusia.selain itu penangkar juga dapat meningkatakan produktifitas dan reproduksi rusa sambar karena dengan penangkaran akan pengukuran-pengukuran terhadap nilai suatu produksi dan reproduksi satwa.

PENDAHULUAN
1.      Latar belakang :
Popupasi merupakan kelompok organism sejenis yang hidup dan berbiak pada daerah tertentu. Sebuah populasi tentu mempunyai karakteristik yang membedakan dengan populasi-populasi lainnya. Karakteristik yang dimiliki populasi antara lain densita (kepadatan atau kerapatan),natalitas(angka kelahiran),mortalitas(angka kematian),laju kenaikan populasi,umur,perbandingan jenis kelamin,agregasi,disperse(penyebaran),dan distribusi atau penyebaran intern.

Rusa sambar (rusa unicolor) adalah satwa asli Indonesia dan merupakan kekayaan semberdaya alam hayati yang perlu dilestarikan.penyebaran rusa sambar di Indonesia terdapat di pulau Kalimantan dan pulau sumatera. Habitat sebaran satwa ini terdapat disemua tipe habitat hutan kalimatan. Habitat hutan sekunder disukai oleh satwa ini untuk mencari makan.sedangkan habitat hutan primer dimanfaatkan oleh satw ini sebagai ruang pergerakan atau perlindungan. Rusa sambar yang mempunyai habitat di Indonesia,india dan sejumlah Negara diasia tenggara ini populasi dihabitat kian menipis (Antaranews,2008).

Populasi rusa dialam dapat dikategorikan menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang hidup dikawasan hutan lindung/konservasi dan yang hidup diluar kawasan non konservasi perburuan secara modern (senjata api) yang cukup tinggi,beberapa populasi yang tertinggal tidak diketahui (semiadi,2002).eksploitasi terhadap hidupan liar di Indonesia akan menakibatakan munculnya masalah-masalah konservasi (suhartono,2003).

Rusa sambar adalah salah satu jenis satwa liar yang sangat potensial untuk dikkembangkan karena mempunyai tujuan konservasi dan salah saty protein hewan.penagkaran rusa sambar merupakan salah satu usah peningkatan populasi yang semakin berkurang akibat perubahan liar. Selain itu penangkaran rusa sebagai tempat penelitan dan pelatihan dalam upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.
2.      Tujuan Paktikum :
·         Bertujuan untuk melihat jumlah dan populasi rusa sambar yang ada dipenakaran mendalo
·         Dan untuk melihat kesehatan,nisbah kelamin dan struktur umur.
TINJAUAN PUSTAKA
kata populasi berasal dari bahasa latin, yaitu populous yang berarti rakyat atau penduduk ( Irwan,1992). Dalam ilmu ekologi,yang dimaksud dengan populasi adalah sekelompok individu yang sejenis atau sama spesiesnya( Irwan 1992;Heddy,soemitro,dan soekartomo,1986;odum,1993). Menurut resosoedarmo dkk. (1986),populasi merupakan kelompok organisme sejenis yang hidup dan berbiak pada suatu daerah tertentu.
Suatu organisme tidak dapat hidup sendirian,akan tetapi harus hidup bersama-sama dengan organisme lain,baik dengan organisme yang sejenis maupun dengan organism tidak sejenis dalam suatu tempat tumbuh atau habitat. Berbagai organisme besar ataupun kecil yang hidup disuatu tempat tumbuh akan bergabung kedalam suatu persekutuan yang disebut komunitas biotic. Menurut resosoedarmo dkk. (1986),semua komunitas biotic terikat oleh adanya ketergantungan antara anggota-anggotanya sebagai suatu unit. Masing-masing kelompok kecil dalam komunitas biotic dinamakan populasi. Pada populasi ini mempunyai tingkat organisasi yang lebih tinggi dari pada individu-individu organisme dan merupakan kesatuan yang nyata karena memiliki cirri atau karakteristik unik yang dimiliki populasi dan bukan miliki individu dalam populasi (resosoedarmo dkk.,1986;Irwan,1992).
A. Karakteristik populasi
Sebuah populasi memiliki karakteristik yang berbeda dari populasi lainnya.menurut Gopal dan Bhardwaj(1979),karakteristik yang dimiliki populasi antara lain densitas (kepadatan atau kerapatan),natalitas(angka kelahiran) mortalitas(angka kematian),laju kenaikan populasi ,umur dan sex ratio, serta agregasi.odum(1993)dan Irwan (1992) menyebutkan tetanag karatrestik yang dimiliki suatu populasi mencapuk kepadatan,natalitas,mortalitas,penyebaran umur,potensi biotic ,disperse (penyebaran),dan bentuk pertumbuhan atau perkembangan.
B.Densitas populasi
Densitas populasi adalah besarnya populasi dalam suatu unit ruang,yang pada umumnya dinyatakan sebagai jumlahindividu-individu dalam setiap unit luas atau volune (Gopal dan Bhardwaj,1979).densitas populasi itu disebut juga kerapatan atau kepadatan populasi(Irwan,1992).istilah kerapatan lazim digunakan untuk densitas tumbuhan dan bintang ,sedangan istilah kepadatan lazim digunakan untuk densitas manusia.
Perlu dicatat bahwa densitas populasi bervariasi menurut waktu dan tempat. Dalma pengkajian suatu kondisi populasi ,densitas populasi merupakan parameter utama yang perlu diketahui.pengaruh suatu populasi terhadap komunitas atau ekosistem sangat tergantung kepada spesie organisme dan jumlah atau densitas populasinya.
Densitas populasi dapat dibedakan atas densitas kasar dan densitas spesifik (Gopal dan Bhardwaj,1979).
1.      Densitas kasar diukur pada suatu tempat dan waktu terteentu sehingga dinyatakan sebagai jumlah individu organisme perseluruh luas daerah yang dikaji.
2.      Densitas spesifik, yaitu jumlah individu organisme per luas habitat atau jumlsh individu organisme per satuan ruang dan tempat yang tersedia dan benar-benar diduduki oleh individu –individu anggota populasi tersebut.
C. Natalitas populasi
Natalitas ,yaitu reproduksi individu baru dari suatu populasi ( Gopal dan Bhardwaj,1979).menurut odum (1993),natalitas atau angka kelahiran,yaitu kemampuan populasi untuk bertambah. Natalitas ekuivalen dengan angka kelahiran dalam terminologi (peristlitahan pengkajian populasi (demografi). Pada kenyataannya,istilah natalitas memiliki arti yang luas meliputi produksi individu-individu baru organisme yang terjadi baik karena dilahirkan,ditetaskan ditumbuhkan,ataupun karena pembelahan sel.
Sebagaimana densitas ,bahwa natalitas dapat dibedakan atas laju kelahiran kasar dan laju kelahiran spesifik (Gopal dan Bhardwaj,1979).
1.      Laju kelahiran kasar, yaitu jumlah kelahiran dalam populasi misalnya 30 kelahiran per 1.000 induk.
2.      Laju kelahiran spesifik ,yaitu kecepatan kelahiran untuk organisme dari umur atau jenis kelamin tertentu.
D. Mortalitas populasi
Mortalitas (angka kematian),yaitu jumlah individu yang mati dalam populasi untuk suatu periode waktu tertentu (Odum,1993;Gopal dan Bhardwaj,1979).dapat dikatakan bahwa mortalitas merupakan kebalikan dar natalitas, dan angka mortalitas ekuivalen dengan angka kematian pada demografi manusia (Odum,1993).namun perlu diingat bahwa mortilitas itu karateristik untuk populasi bukan krakteristik individu karena individu hanya mati sayu kali, sedangkan populasi memiliki kematian dalam periode waktu tertentu.
E. Laju kenaikan populasi
Parbedan antara natalitas demgan mortalitas akan menentukan laju kenaikan populasi yang dirumuskan sebagai berikut (Gopal dan Bhardwaj,1979).
 = r.N
N =  b – d
=    .
Log e. Nt = log e . +rt
Keterangan :
= populasi pada awal pengamatan
= populasi pada waktu t
N = populasi
r = laju kenaikan popilasi = laju kenaikan alami
t= waktu
d= laju kematian
b=laju kelahiran
e= angka dasar logaritma
jika mortalitas bernilai nol, maka populasi akan meningkat secara logartimik pada jumlah yang sangat banyak.
F.Penyebaran umur
Penyebaran umur merupakan salah satu karakteristik populasi yang memengaruhi mortalitas dan natalitas, karena perbandingan dari berbagai golongan umur individu-individu didalam populasi akan menentukan status reproduktif yang sedang berangsung pada populasi dan menyatakan kondisi yang dapat diharapakan pada masa medatang.
Menurut Bodenheimer (1958 dalam Odum ,1993;Gopal dan Bhardwaj,1979),populasi dapat dibagai kedalam tiga kelas umur (umur ekologi),yaitu prareproduktif ,reproduktif, dan pascareproduktif struktur populasi dengan komposisi kelas umur
G.Distribusi (penyebaran) intern
individu-indivisu yang ada didlam populasi mengalami penyebaran didalam habitatnya mengikuti salah satu diantara tiga pola penyebaran yang disebut pola distribusi intern. Menurut Odum (1993),tiga pola distribusi intern yang dimaksudkan antara lain distribusi acak (rondom),distribusi seragam (uniform),dan distribusi bergerombol (clumped).
H.Dispersi anggota populasi
Disperse atau perluasan anggota populasi adalah gerakan individu anggota populasi atau anak-anaknya atau bakal kehidupan lainnya(buah,biji,spora,Iarva,dan sebagainya) kedalam atau ke luar daerah populasi (Odum,1993).disperasi individu anggota populasi dapat terjadi melalui tiga bentuk yaitu emigrasi,imigrasi,dan migrasi.

I.Isolasi dan teritorialitas
Isolasi,yaitu pengucilan individu anggota populasi oleh yang lainnya dalam suatu populasi.isolasi terjadi karena adanya persaingan antara individu-individu yang berbeda jenis terhadap sumber daya alam yangpersediaannya sedikit(Odum,1993).adanya isolasi tersebut akan menyebabkan individu atau kelompok jenis masing-masing akan membatasi kegiatan mereka pada suatu daerah tertentu dan berusaha ingin memperthankan daerah tersebut.
2.2  Rusa sambar (Cervus  unicol)
Rusa sambar merupakan populasi rusa terbesar untuk daerah tropic dengan sebaran di indonesia mencakup pulau besar dan kecil yaitu pulau sumatera,kalimatan,irian,nusa tenggara timur dan barat serta pulau kecik disekitar sumatera (Whiehead,1994)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan   : anaimalia
Filum         : chordate
Kelas         : mammalian
Ordo          : artiodactyla
Upaordo    : ruminantia
Family       : cervidea
Upfamily  : cervinae
Genus        : cervus
Spesies       : cervus unicolor
Nama latin (ilmiah):cervus unicolor,(kerr,1792)
Nama Indonesia     : rusa sambar
Ciri khas rusa sambar adalah,rusa tropis yang terbesar ukuran badannya,bulunya sangat kasar dengan warna bervariasi antara coklat hingga coklat kehitaman atau coklat kemerahan(semiadi,2010) berat tubuh russa jantan berkisar antara 180-300 kg, betina 150 -200kg dan pada saat lahir  5-8kg, sedangkan tingginya mulai unjung kaki sampai pundak, yang jantan+127cm betina 115(semiadi,1998).
METODE PRAKTIKUM

1.Tempat dan Waktu :
Praktiku analisi populasi rusa dipenangkaran mendalo ini dilakukan pada hari sabtu tanggal 13 februari 2016,dimulai pada pukul 13:00 WIB sampai dengan selesai, Praktikum ini dilaksanakan di Area penangkaran rusa sambar,desa mendalo darat, kabupaten muaro jambi
2.Alat dan Bahan :
alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini :
1.      Penangkaran rusa sambar
2.      Buku catatan
3.      Panduan
4.      Pena
5.      Kamera hp
3.Jenis dan cara pengumpulan data :
Cara yang digunakan dalam pengambilan data dengan mewawancarakan pekerja yang ada dipenangkaran rusa sambar hasil data yang diambil akan dimasukan kedalam hasil dan pembahasa.
1.      Pada tahun berapa mulai dibangunnya penangkaran ini ?
2.      Berapakah jumlah awal rusa dipenangkaran dan apa saja jenis kelaminnya?
3.      Berapa jumlah rusa yang ada saat ini?
4.      Ada berapakah yang memiliki jenis kelamin jantan dan betina?
5.      Apa ada yang dewas,remaja dan anakan ?
6.      Apa pakan yang diberikan kepada rusa ?
4. Analisis data :
Pengamatan kesehatan dan kondisi fisik rusa dilakukan dengan memperhatikan ruas tulang iga (menonjol atau tidak) dan  bentuk penampilan bobot (kurus atau gemuk) warna rambut (mengkilat atau tidak mengkilat).
Pengamatan nisbah kelamain nisbah kelamin diperoleh dengan menghitung perbandingan terkecil jumlah jantan dan betina,atau dengan membagi jumlah betina dengan jumlah jantan. dilakukan pada individu dewasa, dengan mengidentifikasi keberadaan ceranggah (tanduk). Rusa jantan memiliki ceranggah sedangkan rusa betina tidak memiliki ceranggah. Selain itu dapat pula dibedakan berdasarkan keberadaan testis pada rusa jantan.
Pengamatan struktur umur terdiri dari dewasa,remaja dan anakan Pengamatan ini dilakukan dengan melihat perbandingan ukuran tubuh, terutama tinggi. Rusa betina dewasa umumnya memiliki ukuran tubuh yang hampir sama dengan rusa jantan dewasa. Rusa remaja biasanya memiliki ±¾  tinggi rusa dewasa.

IV HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Tabel 1-1 Rekapitulasi pengamatan populasi Rusa di Penangkaran Mendalo
Kelompok
Dewasa
Remaja/Muda
Anakan
Jumlah
Jantan
Betina
A1
8
1
1
-           
10
A2
8
1
1
-           
10
A3
8
1
1
-           
10
A4
8
1
1
-           
10
A5
8
1
1
-           
10
A6
8
1
1
-           
10
A7
8
1
1
-           
10
B1
8
1
1
-           
10
B2
8
1
1
-           
10
B3
8
1
1
-           
10
B4
8
1
1
-           
10
B5
8
1
1
-           
10
B6
8
1
1
-           
10
B7
8
1
1
-           
10
Total
8
1
1
-           
10
Rataan
8
1
1
-           
10



Tabel 1-2  Kondisi kesehatan/kecatatan rusa di Penangkaran Mendalo
Kelas umur
Kesehatan
Kecatatan
Dewasa
Jantan
Kesehatan untuk rusa sambar jatan semuanya miliki kondisi sehat atau normal.
Rusa sambar jantan tidak ada yang miliki kondisi kecatatan
Betina
Rusa sambar betina juga memiliki kondisi kesehatan atau normal .
Dan rusa sambar betina juga tidak memiliki kecatatan.
Remaja/muda
Rusa sambar betina remaja ada yang sedang hamil dengan kondisi sehat.
-           
Anak
-           
-           




Pembahasan :
Populasi merupakan jumlah spesies tertentu dalam satu waktu tertentu yang meluputi tempat yang sama.berdasarkan hasil praktikum yang dilakukan dipenangkaran rusa sambar yang berada dimendalo memiliki 10 spesies rusa sambar. penangkaran rusa sambar yang berdiri pada tahun 2000 sampai saat ini rusa sambar pertama didapatkan melalui dana reboisasi,panangkaran rusa yang memiliki luas area kurang lebih 1 hekter jumlah rusa pertama adalah 2 ekor yang terdiri dari 1 jantan dan 1 betina kondisi penangkaran saat ini masih biak dan mendukung untuk produktivitas dan kualitas kesehatan satwa.kesehatan rasa dipenangkaran ini sangat dijaga dengan cara member pakan untuk dikonsumsi rusa adalah dedak, pakan hijau dan bangkil atau dedak diberikan 3×1 hari 2 gerobak bungkil atau dedak habis dalam sehari untuk rusa yang berada dipenangkaran.
Nisbah kelamin dan struktur umur
Nisbah kelamin atau seks ratio merupakan perbandingan humlah jantan dan betina dalam satu populasi (allkodran 1990). Pengamatan yang kami lakukan di penangkaran rusa sambar ini memiliki nisbah, kelamin yang dihitung adalah rusa sambar dewasa 4:1 Nisbah tersebut dengan rincian jantan dewasa sebanyak 8 ekor dan 2 ekor betina dewasa. Pada kelas umur dilakukan perhitungan meliputi tiga kelas umur, yaitu : dewasa, remaja, anakan. Berdasarkan data struktur rusa sambar di penangkaran diketahui jumlah dewasa hanya memiliki 9 ekor, sedangkan jumlah remaja hanya berjumlah 1 ekor, sedangkan anakan tidak ada di penangkaran.dan ada 1 ekor rusa remaja yang sedang hamil.
Kesehatan dan kecacatan :
Kondisi kesehatan merupakan satu aspek penting yang harus diperhatikan dalam suatu penangkaran. Salah satu kesejahteraan satwa adalah terlindung dari berbagai penyakit, dalam hal ini satwa harus sehat dan terhindar dari kecacatan karena dapat mengganggu aktivitas satwa. Berdasarkan hasil praktikum yang dilakukan di penangkaran rusa sambar dan pengamatan yang terlihat fisik dan kondisi kesehatan dan juga kecacatan. masih dapat di kategorikan dalam bentuk penampilan bobot (kurus atau gemuk) warna rambut (mengkilat atau tidak mengkilat) dan kelincahan gerak rusa sambar terlihat secara keseluruhan termasuk dalam golongan kondisi sehat dan normal.  

V.Kesimpulan dan saran
Kesimpulan
 rusa sambar yang ada dipenangkaran miliki 10 spesies dari 8 ekor rusa dewasa jantan,1 ekor rusa dewasa betina dan 1 ekor rusa remaja betina. Rusa sambar yang ada didlam penangkaran memiliki kondisi fisik dan kesehat yang normal.ada 1 betina remaja yang sedang hamil dipenangkaran rusa sambar mendalo.

Saran
Penangkaran rusa sambar yang akan datang bisa dapat miliki lebih banyak lagi rusa dari sekarang.kondisi penangkaran rusa sambar lebih baik lagi dari sekarang dan lebih meripi dengan habitat alaminya.

DAFTAR PUSTAKA

·         Baku ekologi hutan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar