Jumat, 18 Maret 2016

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS DAN EVALUASI HABITAT RUSA DI PENANGKARAN MENDALO: ASPEK PAKAN DAN PELINDUNG (Shelter dan Cover)

LAPORAN PRAKTIKUM
ANALISIS DAN EVALUASI HABITAT RUSA DI PENANGKARAN MENDALO: ASPEK PAKAN DAN PELINDUNG (Shelter dan Cover)
 


SETHA GUSTI MAYASA
D1D01371

DOSEN PENGGAMPU
 DRS. ASRIZAL PAIMAN, M.SI
NOVRIYANTI, S.HUT, M.SI
CORY WULAN,S.HUT, M.SI


PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS JAMBI
2016

ABSTRAK
Rusa sambar (cervus unicolor ) adalah salah satu dari empat jenis rusa yang ada di indonesia yang sudah dilindung oleh undang-undang namun jumlah populasinya terus menurus berkurang akibat perburuan liar dan semikin tingginya degradasi habitat aslinya (ma’ruf,2006). Penangkaran rusa sambar merupakan suatu yang bersifat pelestarian jenis rusa sambar dari kepunahan dan penyelamatan plasma nutfuh spesifik pulau kalimatan dan pulau sumatera. Diprovinisi jambi terdapat juga penangkaran rusa sambar di dirikan pada tahun 2000 melalui dana reboisasi,penangkaran rusa memiliki luasan area kurang lebih 1 hektar. Rusa mempunyai adaptasi yang tinggi dengan lingkungannya sehingga mudah untuk ditangkarkan.

PENDAHULUAN
1.Latar belakang :
Rusa sambar (Cervus  unicol) adalah salah satu jenis herbivora yang dilindungi dan kini keberadaanya semakin berkurang dikarenakan perubahan dan kerusakan habitat. Rusa sambar yang asli berasal dari Indonesia (sumatera dan kalimatan) Penangkaran rusa sambar merupakan suatu terobosan yang bersifat pelestarian rusa dari kepunahan dan penyelamatan plasma nutfah spesifik (sumatera dan kalimatan).
Didalam penangkaran ada yang beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu komponen habitat yang terdiri dari pakan, air, naungan, dan ruang komponen habitat rusa sambar yang perlu mendapat perhatian lebih adalah pakan. Hal ini dikarenakan pakan merupakan factor utama,kebutuhan pokok dan sumber enrgi utama bagi rusa.kompnen habitat tersebut harus diperhatikan supaya kebutuhan hewan terpenuhi sehingga dapat hidup secara layak dan dapat membantu keberhasilan penangkaran rusa sambar.
Selai aspek pakan, pemahaman tentang perilaku makan rusa sambar juga penting untuk diketahui, sebab perilaku makan sangat erat kaitannya dengan jenis pakan yang dimakan oleh satwa rusa tersebut. pengetahuan pola tingkah laku harian rusa sambar terutama perilaku makan rusa sambar dan pengetahuan jenis pakan yang disukai oleh rusa sambar yang murah, mudah diperoleh, serta bergizi diperlukan untuk mendukung keberhasilan penangkaran sehingga mampu meningkatakan jumlah populasi rusa sambar yang ada pada penangkaran.

2.Tujuan Praktikum :
praktikum ini bertujuan sebagian berikut :
·         Mengetahui macam-macam jenis pakan rusa
·         Mengetahui cara pengelolaan pakan
·         Menganalisis dan mengevaluasi daya dukung pakan rusa
·         Mengetahui jenis,karakteristik, dan jenis perlindung
·         Mengetahui fungsi masing-masing jenis perlindung rusa sambar
·         Mengetahui cara bagaimana cara pengolaan pelindung
·         Menganalisis dan mengevaluasi kecukupan pelindung serta kegiatan pengelolaannya

TINJAUAN PUSTAKA
Karakteristik Rusa Sambar :
Rusa sambar merupakan populasi rusa terbesar untuk daerah tropic dengan sebaran di indonesia mencakup pulau besar dan kecil yaitu pulau sumatera,kalimatan,irian,nusa tenggara timur dan barat serta pulau kecik disekitar sumatera (Whiehead,1994)
Habitat Alami Rusa Sambar :
Habitat alami rusa terdiri atas beberapa tipe vegetasi seperti savan yang dimanfaatkan sebagi sumber pakan dan vegetasi hutan yang tidak terlalu rapat untuk tempat bernaung (istirahat), kawin, dan menghindarkan diri dari predator. Hutan sampai ketinggian 2.600 m diatas permukaan luat dengan padang rumput merupakan habitat yang paling disukai oleh rusa sambar yang sebagai besar aktivitas hariannya dilakukan pada daerah payau (Garsetiasih, dan marianan 2007).
Habitat penangkaran berbeda dengan habitat alami. Berdasrkan ciri habitatnya, pada habitat penangkaran terdapat peningkatan nutrisi, bertambahnya persaingan intraspesifik untuk memperoleh makanan, berkurang pemangsaan oleh predator alami, berkurangnya penyakit dan parasit serta meningkatnya kotak dengan manusia (grier dan burk, 1992). Selai itu penangkaran juga dapat meningkatakan produksifitas dan reproduksi rusa sambar karena dengan penangkaran akan pengukuran-pengukuran terhadap nilai satuan produksi dan reproduksi satwa yang didomestikan.
Pakan Rusa Sambar :
Pakan merupakan komponen habitat yang paling peting, kestersediaan pakan berhubungan erat dengan perubahan musim, biasanya di musim hujan pakan berlimpah sedangkan di musim kemarau pakan berkurang. Makanan pokok rusa adalah hijauan berupa daun-daun dan rumput-rumputan yang ketersediaannya kadang-kadang terbatas terutama dipenangkaran sehingga dibutuhkan pakan tamabhan (garsetiasih, dan mariana 2007).

METODE PRAKTIKUM
1.      Waktu dan tempat :
praktikum manajemen satwa liar dan dinamika populasi dilakukan pada hari senin, tanggal 29 February 2016, pukul 13.00 sampai selesai. Lokasi penangkaran rusa sambar, desa mendalo darat, kabupaten muaro jambi, provinsi jambi.

2.      Alat dan bahan :
Rusa sambar (cervus unicolor)
Alat tulis
Kamera
3.      Cara pengambilan data :
Pengambilan data yang kami lakukan dengan melihat dan mengamati kondisi langsung penangkaran serta melakukan wawancar langsung dengan penjaga penangkaran rusa sambar.
4.      Analisis data :
Hasil yang didapatkan dalam pengamatan dan informasi yang kami dapatkan langsung dari penjaga penangkaran rusa sambar, kemudian akan didapat hasilnya kemudian data akan dianalisis sesuai dengan kondisi langsung dilapangan.

 HASIL DAN PEMBAHASAN
1.Hasil Pembahasan :
Tabel 2.1 Jenis-jenis rumput yang terdapat di Penangkaran Rusa Mendalo
Hari/Tanggal   : senin 29 - February – 2016
Waktu             : 13 : 00 sampai selesai
No.
Jenis rumput
Pakan/bukan
Jumlah individu pada plot ke-
total
%penutupan lahan
Tingkat Kesukaan Rusa
1
2
3
4
plot
Individu

1.
Melastoma malabathricum




4
4
4
3%
Tidak Suka
2.
Melastoma candidum


2


2
2
15%
Tidak Suka
3.
Ageratum conyzoides

1



1
1
0,7%
Tidak Suka
4.
Oxalis barrelieri




6
4
6
4,5%
Suka
5.
Cynodon dactylon

Banyak
1,2,3,4
Banyak

Suka
6.
Puring

1



1
1
0,7%
Tidak Suka
7.
Nanas hias

1



1
1
0,7%
Tidak Suka
8.
Alamanda

1



1
1
0,7%
Tidak Suka
9.
Carica papaya

1



1
1
0,7%
Suka
10.
Jambu-jambuan

1



1
1
0,7%
Tidak Suka

Rimbang

1



1
1
0,7%
Tidak Suka

Cabe-cabe

14
27
-
-
1,2
41
3,1%
Suka

Seruni

18
-
-
-
1
18
13,7%
Tidak Suka

Kangkung-kangkungan

2
-
-
-
1
2
15%
Suka

Axonopus compresus

6
1
-
-
1,2
7
5%
Tidak Suka

terong-terong

2
-
-
-
1
2
0,7%
Tidak Suka

Panicum notatum

10
30
-
-
1,2
40
30,5%
Tidak Suka

terong-terong

2
-
-
-
1
2
13%
Tidak Suka

Tabel 2.2 Kondisi pelindung (shelter dan cover) di Penangkaran Rusa
Hari/ Tanggal : senin 29 February 2016
No
Jenis
Tinggi
DBH
k(cm)
Tajuk
K
F
TT
TBc
Pj
Pd
Ort
Ls
1
Karet
10
4,3
160
2m
-
Barat
4m
Terganggu
Shelter
2
A
6,5
4,5
64
2m
2m
Miring
4m
Rusak
Shelter
3
Pulai
8
6
87,5
2m
1,5
Lurus
3m
Rusak
Shelter
4
B
9,5
6,5
84,1
3m
1m
Lurus
4,5
Baik
Shelter
5
Nangka
12
3
118
4m
12
Lurus
108
Baik
Shelter
6
Pulai
11
4,5
98
2m
3m
Lurus
6m
Terganggu
Shelter
7
Terap
10
7
68
2m
2m
Lurus
4m
Baik
Shelter
8
C
10
2,5
74
7,5
4m
Lurus
30m
Baik
Shelter
9
Terap
10,5
3,5
85,5
6m
8m
Lurus
48m
Baik
Shelter
10
Karet
14
4,3
120
9,7
6
Lurus
58,2
Baik
Shelter
11
Terap
11
8
68
1m
1m
Lurus
1m
Rusak
Shelter
12
Rambutan hutan
12
7
69
5m
6m
Barat
30m
Terganggu
Shelter
13
Karet
11
4
121
7m
4m
Timur laut
28m
Baik
Cover
14
Jambu-jambu
11
3
140
8m
6m
Lurus
48m
Baik
Cover
15
Rambutan
12
4
108
5m
5m
Lurus
25m
Baik
Shelter
16
Marapuyan
7
5
77
3m
3m
Lurus
9m
Rusak
Shelter
17
Mangga
12
3
69
9m
6m
Lurus
54m
Baik
Shelter
18
Karet
11
5
78
7m
4m
Barat
28m
Terganggu
Shelter
19
Pulai
19
14
171
5m
4m
Lurus
20m
Terganggu
Shelter

Keterangan: TT (tinggi total) TBc : (tinggi bebas cabang)DBH : (diameter pohon setinggi dada)
Pj : (tajuk terpanjang) Pd : (lebar tajuk/ yang tegak lurus) Ort : (arah orientasi tajuk) Ls  : (luas tajuk) K  = kondisi (baik, terganggu, rusak)F   = fungsi (cover, shelter)

Tabel 2.3 Pengelolaan pelindung di penangkaran rusa sambar Mendalo
No.
Nama kegiatan, Uraian, dan Tingkat Keberhasilan
1
Pemberian pakan untuk rusa berupa hijauan atau dedaunan yang telah diambil dari lahan sekitar dan masih segar diberikan pada rusa pada jam –jam tertentu oleh penjaga penangkaran tersebut. dikarenakan rusa akan lebih banyak mengkonsumsi pada mau malam disekitar 17.00 hari dibandingkan pada siang hari.
2
Kondisi penangkaran rusa di penangkaran di pelihara secara alami, yaitu dengan cara melepaskan rusa didalam area seluas ± 0,8 ha, area pengangkaran dibuat hampir menyerupai habitat aslinya dan dipagar keliling menggunakan kawat setinggi ± 2 m.
3
Tempat pakan yang ada dipenangkaran rusa tidak layak pakai dikarena tempat pakan hanya beralaskan tanah, sehingga pakan yang ada dibagian bawah tidak termakan dan akhirnya terbuang, hal ini akan menjadi kendala pada saat musim hujan, pakan akan lebih mudah kotor akibat percikan air hujan.tingkat keberhasilan pada penangkaran rusa ini belum dapat dikata baik atau bagus untuk habitat rusa tersebut.




2. Pembahasan :
rusa sambar merupakan jenis satwa herbivore yang dapat memakan berbagai jenis hijauan.di penangkaran mendalo rusa banyak terdapat jenis bemacam-macam rumput,  Rusa yang ada pada penangkaran ini menyukai jenis – jenis rumput seperti Cynodon dactylon, Oxalis barrelieri, dan juga menyukai daun papaya Carica papaya dan ada juga jenis rumput – rumput yang tidak disukai oleh rusa dipenakaran. Dipenagkaran banyak terdapat rumput yang disukai oleh rusa seprti jenis rumput rumput Bermuda (Cynodon dactylon) didalam setiap plot terdapat rumput dari plot 1,2,3 dan 4 banyak terdapat rumput tersebut.
Jenis rumput yang dimakan oleh rusah yang ada pada pengakaran lebih banyak jenis rumput yang tidak disukai oleh rusa disbanding yang yang dimakan dan di sukai rusa.kondisi rumpu yang ada dipenangkarang dengan kondisi segar dan masih baik untuk pemberian pakan untuk rusa.
produktivitas rumput yang ada dipenangkaran tidak seperti asli nya pandang rumput dan tidak tersedia seperti habitat aslinya rusa, rumput yang ada di dalam penangkaran tidak terlalu banayak. Produksivitas rumput untuk pakan rusa di penangkaran rusa sambar mendalo yang secara alami tersedia di sana belum memadai ,hal ini dikarenakan rumput yang tersedia belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pakan rusa.
Permasalah yang ada pakan yang sangat menojol adalah ketika saat musim kemarau karena rumput tidak banayk yang tumbuh di penangkaran ada  jenis rumput yang tidak di sukai rusa seperti rumput cabe-cabe. Sehingga pihak pengelola perlu menambahkan pakan rumput agar kebutuhan rumput tercukupi.
Pengolahan rusa sambar yang ada pada penangkaran ini belum bisa dikatak baik di karenakan tidak terawatnya rumput yang ada tumbuh dan menjadi pakan rusa dipenangkaran tidak dapat mencukupin pemberian pakan untuk rusa yang ada dipenangkaran.
Ada pun yang perlu ditingkatakan dalam pengolahan penangkaran rusa ini adalah perawatan rumput dengan alami dan penambahan rumput di penangkaran yang miliki kadar air yang tinggi yang disukai oleh banyak rusa di penangkaran serta banyak kan pemberian pakan rumput tambahn dari pihak pengelolah juga perlu ditingkatakan lagi.
Dan dari hasil yang sudah didapatakan di lapangan yang tidak efisien didalam pengolah penangkaran rusa ini adalah pemberian rumput untuk pakan rusa serta perbandingan jumlah jantan dan betina. Dimana saat musim hujan pemberian pakan cenderung terhambat karena pemberian pakan hanya dapat dilakukan setelah hujan berhenti dan pada musim kemarau rumput  yang berkadar air tinggi sulit di dapat dan persaingan dalam perebutan pakan lebih tinggi karena di penangnkaran tersebut rusa jantan yang lebih mendominasi dan memerlukan pakan lebih banyak dari betina. serta pihak pengelola yang tidak efisien saat pembawaan dan pengambalilan rumput. Pihak pengelola hanya membawa rumput atau daun yang mereka ambil tadi tanpa bantuan alat atau wadah yang dapat menampung lebih banyak rumput seperti gerobak. Melainkan membawanya dengan tangan.
Adapun jenis pelindung yang terdapat di penangkaran yang ada pelindung ada sekitar 13 jenis perlindungan yang terdaoat di penangkaran 12 diantaranya merpakan pohon – pohon dan 1 lainya adalah tempat rusa karantina yang dibuat menyerupai kandang dari kayu-kayuan, dari sini dapat dikatakan bahwa jenis dari pelindung di penangkaran tersebut bervariasi baik jenis dan ukurannya. Dari 13 jenis tersebut rusa hanya memilih beberapa yang benar-benar dijadikn tempat berlindung, rusa memilih pohon-pohon dengan tajuk yang lebar dan rimbun karena dinilai lebih sejuk.
karakteristik pelindung yang ada yang ada pada penangkaran rusa dimendalo adalah  jenis pelindung sama didalam  Shelter dan Cover yang paling besar tempat rusa berlindung pada Tempat yang disukai rusa sebagai berlindung yaitu pohon - pohon yang memiliki tajuk lebar dan rimbun.
Kondisi pelindungan yang ada pada penangkaran rusa masih bisa dikatak masih baik Karenan masih banyak pohon – pohon dengan kondisi masih baik disbanding kondisi tergagungu dan rusak.
Yang masih dapat berfungsi sebagai cover didalam penangkaran medalo adalah cover yang berfungsi untuk rusa seperti jenis pohon – pohon karet dan jambu –jambu.yang berfungsi sebagai shelter pada penangkaran rusa ada banyak jenis – jenisnya Selain dari  tempat untuk berlindung rusa juga memmanfaatan pohon sebagai tempat menggesekan ceranggahnya. Sehingga dibeberapa pohon ditemukan luka pada kulitnya.
Kegiatan pengelolaan yang telah dan akan dilakuakn adalah kegiatan pengolahaan pakan dipenangkaran rusa yang di lakukan yaitu pemberian pakan rusa 3 kali setiap hari nya dan di lakukan pada waktu – waktu yang sudah tentukan oleh pengelolaan pada pukul 07.00,13.00, dan 17.00. adapun tingkat keberhasilannya dari pada kegiatan pemberian tingkat keberhasilan pakan di penangkaran rusa sambar menurut  narasumber lumayan berhasil di bandingkan, dapat di lihat dari rusa yang tidak terdapat kelaparan dan kurus terhadap rusa yang ada dipenangkaran.Sudah tepatkah kegiatan pengelolaan yang dilakukan di penangkaran rusa Belum karena  masih perlu adanya  peningakatan di dalam pengelolaan pakan asal dari penangkaran seperti halanya  jenis rumput – rumputnya kurang bisa tumbuh, jadi pakan hanya mengandalkan pakan dari luar penangkaran. Dan tergantung dari dana perawatan.
 kendala yang terdapat dalam pelaksanaannya adalah Kendala dari pelaksanaan pemberian pakan yaitu ketika cuaca sedang hujan maka pemberian pakan akan sedikit terlambat di karena menunggu tidak hujan lagi, dan ketika musim kemarau pakan hijau sulit untuk di dapatkan,  jika  ada yang  mencari  pakan  harus mencari di sekitaran pinggir sungai yang kondisinya agak berair.
kondisi serta pengelolaan yang ideal agar mencukupi kebutuhan rusa sambar  Kondisinya yang ideal dari pelaksanaan pengelolaan pakan ini agar ideal  menurut  pengelola perlu di adakan lagi peningkatan jumlah rusa  betina di penangkaran karena jumlah jantan dan berina 4:1 dan meakibatkan persaingan perebutan pakan menjadi lebih besar,di  karena jumlah pakan yang  untuk di konsumsi  oleh rusa jantan lebih banyak dari rusa betina.

 PENUTUP

1.      Kesimpulan :
Adapun kesimpulan dari laporan praktikum ini ialah :
·         Kurang tumbuhan rumput – rumput yang tumbuh di penangkaran
·         Banyak jenis rusa jantan dibandikan rusa betina
·         Kurang nya perhatian petugas pengolahaan untuk memperbanyakan jenis rumput untyk pakan rusa
·         Banyak rumput yang tumbuh yang tidak disukai oleh rusa
·         Permasalah yang ada pakan yang sangat menojol adalah ketika saat musim kemarau karena rumput tidak banayk yang tumbuh di penangkaran

2.      Saran :
Adapun saran dari laporan praktikum ini ialah :
·         Meningkatakan jenis rusa betina
·         Meperbanyak kan rumput yang digemarin atau yang disukai oleh rusa
·         peningakatan di dalam pengelolaan pakan untu rusa
·         diperbanyakan lagi jenis – jenis pelindung untuk rusa


DAFTAR PUSTAKA














Tidak ada komentar:

Posting Komentar