LAPORAN
PRAKTIKUM
ANALISIS POPULASI RUSA DI PENANGKARAN MENDALO
SETHA GUSTI MAYASA
D1D01371
DOSEN PENGGAMPU
DRS. ASRIZAL PAIMAN, M.SI
NOVRIYANTI,
S.HUT, M.SI
CORY
WULAN,S.HUT, M.SI
PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS JAMBI
Rusa sambar (Cervus unicol) adalah
salah satu jenis herbivora yang dilindungi dan kini keberadaanya semakin
berkurang dikarenakan perubahan dan kerusakan habitat. Rusa sambar yang asli
berasal dari Indonesia (sumatera dan kalimatan) terdapat juga
semenanjung..Penangkaran rusa sambar merupakan suatu yang bersifat pelestarian
jenis rusa sambar dari kepunahan dan penyelamatan plasma nutfuh spesifik pulau
kalimatan dan pulau sumatera. Diprovinisi jambi terdapat juga penangkaran rusa
sambar didirikan pada tahun 2000 melalui dana reboisasi,penangkaran rusa
memiliki luasan area kurang lebih 1 hektar.jumlah rusa pertama adalah 2
ekor,terdiri dari jantan dan betina.rusa yang sekarang ada dipenangkaran
merupakan anak dari induk rusa pertama.total rusa yang ada saat ini
dipenangkaran berjumlah 10 ekor 2 betina dan 8 jantan.habitatnya penangkaran
berbeda dengan habitat alami.berdasarkan ciri habitatnya,pada habitat
penangkaran terdapat peningkatan nutrisi,bertambahnya persaingan intraspesifik
untuk memperoleh makanan,berkurangnya pemangsaan oleh predator
alami,berkurangnya penyakit dan parasit serta meningkatnya kontak dengan
manusia.selain itu penangkar juga dapat meningkatakan produktifitas dan
reproduksi rusa sambar karena dengan penangkaran akan pengukuran-pengukuran
terhadap nilai suatu produksi dan reproduksi satwa.
PENDAHULUAN
1. Latar belakang :
Popupasi
merupakan kelompok organism sejenis yang hidup dan berbiak pada daerah
tertentu. Sebuah populasi tentu mempunyai karakteristik yang membedakan dengan
populasi-populasi lainnya. Karakteristik yang dimiliki populasi antara lain
densita (kepadatan atau kerapatan),natalitas(angka kelahiran),mortalitas(angka
kematian),laju kenaikan populasi,umur,perbandingan jenis
kelamin,agregasi,disperse(penyebaran),dan distribusi atau penyebaran intern.
Rusa
sambar (rusa unicolor) adalah satwa asli Indonesia dan merupakan kekayaan
semberdaya alam hayati yang perlu dilestarikan.penyebaran rusa sambar di
Indonesia terdapat di pulau Kalimantan dan pulau sumatera. Habitat sebaran
satwa ini terdapat disemua tipe habitat hutan kalimatan. Habitat hutan sekunder
disukai oleh satwa ini untuk mencari makan.sedangkan habitat hutan primer
dimanfaatkan oleh satw ini sebagai ruang pergerakan atau perlindungan. Rusa
sambar yang mempunyai habitat di Indonesia,india dan sejumlah Negara diasia
tenggara ini populasi dihabitat kian menipis (Antaranews,2008).
Populasi
rusa dialam dapat dikategorikan menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang hidup
dikawasan hutan lindung/konservasi dan yang hidup diluar kawasan non konservasi
perburuan secara modern (senjata api) yang cukup tinggi,beberapa populasi yang
tertinggal tidak diketahui (semiadi,2002).eksploitasi terhadap hidupan liar di
Indonesia akan menakibatakan munculnya masalah-masalah konservasi
(suhartono,2003).
Rusa
sambar adalah salah satu jenis satwa liar yang sangat potensial untuk
dikkembangkan karena mempunyai tujuan konservasi dan salah saty protein
hewan.penagkaran rusa sambar merupakan salah satu usah peningkatan populasi
yang semakin berkurang akibat perubahan liar. Selain itu penangkaran rusa
sebagai tempat penelitan dan pelatihan dalam upaya untuk meningkatkan
pengetahuan dan keterampilan.
2.
Tujuan
Paktikum :
·
Bertujuan untuk melihat jumlah dan
populasi rusa sambar yang ada dipenakaran mendalo
·
Dan untuk melihat kesehatan,nisbah
kelamin dan struktur umur.
TINJAUAN PUSTAKA
kata populasi berasal
dari bahasa latin, yaitu populous yang berarti rakyat atau penduduk ( Irwan,1992). Dalam
ilmu ekologi,yang dimaksud dengan populasi adalah sekelompok individu yang
sejenis atau sama spesiesnya( Irwan 1992;Heddy,soemitro,dan
soekartomo,1986;odum,1993). Menurut resosoedarmo dkk. (1986),populasi merupakan kelompok organisme sejenis yang
hidup dan berbiak pada suatu daerah tertentu.
Suatu organisme tidak
dapat hidup sendirian,akan tetapi harus hidup bersama-sama dengan organisme
lain,baik dengan organisme yang sejenis maupun dengan organism tidak sejenis
dalam suatu tempat tumbuh atau habitat. Berbagai organisme besar ataupun kecil
yang hidup disuatu tempat tumbuh akan bergabung kedalam suatu persekutuan yang
disebut komunitas biotic. Menurut resosoedarmo dkk. (1986),semua komunitas biotic terikat oleh adanya
ketergantungan antara anggota-anggotanya sebagai suatu unit. Masing-masing
kelompok kecil dalam komunitas biotic dinamakan populasi. Pada populasi ini
mempunyai tingkat organisasi yang lebih tinggi dari pada individu-individu
organisme dan merupakan kesatuan yang nyata karena memiliki cirri atau
karakteristik unik yang dimiliki populasi dan bukan miliki individu dalam
populasi (resosoedarmo dkk.,1986;Irwan,1992).
A.
Karakteristik populasi
Sebuah populasi
memiliki karakteristik yang berbeda dari populasi lainnya.menurut Gopal dan
Bhardwaj(1979),karakteristik yang dimiliki populasi antara lain densitas
(kepadatan atau kerapatan),natalitas(angka kelahiran) mortalitas(angka
kematian),laju kenaikan populasi ,umur dan sex
ratio, serta agregasi.odum(1993)dan Irwan (1992) menyebutkan tetanag
karatrestik yang dimiliki suatu populasi mencapuk
kepadatan,natalitas,mortalitas,penyebaran umur,potensi biotic ,disperse
(penyebaran),dan bentuk pertumbuhan atau perkembangan.
B.Densitas
populasi
Densitas populasi
adalah besarnya populasi dalam suatu unit ruang,yang pada umumnya dinyatakan
sebagai jumlahindividu-individu dalam setiap unit luas atau volune (Gopal dan
Bhardwaj,1979).densitas populasi itu disebut juga kerapatan atau kepadatan
populasi(Irwan,1992).istilah kerapatan lazim digunakan untuk densitas tumbuhan
dan bintang ,sedangan istilah kepadatan lazim digunakan untuk densitas manusia.
Perlu dicatat bahwa
densitas populasi bervariasi menurut waktu dan tempat. Dalma pengkajian suatu
kondisi populasi ,densitas populasi merupakan parameter utama yang perlu
diketahui.pengaruh suatu populasi terhadap komunitas atau ekosistem sangat
tergantung kepada spesie organisme dan jumlah atau densitas populasinya.
Densitas populasi dapat
dibedakan atas densitas kasar dan densitas spesifik (Gopal dan Bhardwaj,1979).
1.
Densitas kasar diukur pada suatu tempat
dan waktu terteentu sehingga dinyatakan sebagai jumlah individu organisme
perseluruh luas daerah yang dikaji.
2.
Densitas spesifik, yaitu jumlah individu
organisme per luas habitat atau jumlsh individu organisme per satuan ruang dan tempat
yang tersedia dan benar-benar diduduki oleh individu –individu anggota populasi
tersebut.
C.
Natalitas populasi
Natalitas ,yaitu
reproduksi individu baru dari suatu populasi ( Gopal dan Bhardwaj,1979).menurut
odum (1993),natalitas atau angka kelahiran,yaitu kemampuan populasi untuk
bertambah. Natalitas ekuivalen dengan angka kelahiran dalam terminologi (peristlitahan
pengkajian populasi (demografi). Pada kenyataannya,istilah natalitas memiliki
arti yang luas meliputi produksi individu-individu baru organisme yang terjadi
baik karena dilahirkan,ditetaskan ditumbuhkan,ataupun karena pembelahan sel.
Sebagaimana densitas
,bahwa natalitas dapat dibedakan atas laju kelahiran kasar dan laju kelahiran
spesifik (Gopal dan Bhardwaj,1979).
1.
Laju kelahiran kasar, yaitu jumlah
kelahiran dalam populasi misalnya 30 kelahiran per 1.000 induk.
2.
Laju kelahiran spesifik ,yaitu kecepatan
kelahiran untuk organisme dari umur atau jenis kelamin tertentu.
D.
Mortalitas populasi
Mortalitas (angka
kematian),yaitu jumlah individu yang mati dalam populasi untuk suatu periode
waktu tertentu (Odum,1993;Gopal dan Bhardwaj,1979).dapat dikatakan bahwa
mortalitas merupakan kebalikan dar natalitas, dan angka mortalitas ekuivalen
dengan angka kematian pada demografi manusia (Odum,1993).namun perlu diingat
bahwa mortilitas itu karateristik untuk populasi bukan krakteristik individu
karena individu hanya mati sayu kali, sedangkan populasi memiliki kematian
dalam periode waktu tertentu.
E.
Laju kenaikan populasi
Parbedan antara
natalitas demgan mortalitas akan menentukan laju kenaikan populasi yang
dirumuskan sebagai berikut (Gopal dan Bhardwaj,1979).
N = b – d
Log e. Nt = log e .
+rt
Keterangan :
N = populasi
r = laju kenaikan
popilasi = laju kenaikan alami
t= waktu
d= laju kematian
b=laju kelahiran
e= angka dasar
logaritma
jika mortalitas
bernilai nol, maka populasi akan meningkat secara logartimik pada jumlah yang
sangat banyak.
F.Penyebaran
umur
Penyebaran umur
merupakan salah satu karakteristik populasi yang memengaruhi mortalitas dan
natalitas, karena perbandingan dari berbagai golongan umur individu-individu
didalam populasi akan menentukan status reproduktif yang sedang berangsung pada
populasi dan menyatakan kondisi yang dapat diharapakan pada masa medatang.
Menurut Bodenheimer
(1958 dalam Odum ,1993;Gopal dan Bhardwaj,1979),populasi dapat dibagai kedalam
tiga kelas umur (umur ekologi),yaitu prareproduktif ,reproduktif, dan
pascareproduktif struktur populasi dengan komposisi kelas umur
G.Distribusi
(penyebaran) intern
individu-indivisu yang
ada didlam populasi mengalami penyebaran didalam habitatnya mengikuti salah
satu diantara tiga pola penyebaran yang disebut pola distribusi intern. Menurut
Odum (1993),tiga pola distribusi intern yang dimaksudkan antara lain distribusi
acak (rondom),distribusi seragam (uniform),dan distribusi bergerombol (clumped).
H.Dispersi
anggota populasi
Disperse atau perluasan
anggota populasi adalah gerakan individu anggota populasi atau anak-anaknya
atau bakal kehidupan lainnya(buah,biji,spora,Iarva,dan sebagainya) kedalam atau
ke luar daerah populasi (Odum,1993).disperasi individu anggota populasi dapat
terjadi melalui tiga bentuk yaitu emigrasi,imigrasi,dan migrasi.
I.Isolasi
dan teritorialitas
Isolasi,yaitu
pengucilan individu anggota populasi oleh yang lainnya dalam suatu
populasi.isolasi terjadi karena adanya persaingan antara individu-individu yang
berbeda jenis terhadap sumber daya alam yangpersediaannya
sedikit(Odum,1993).adanya isolasi tersebut akan menyebabkan individu atau
kelompok jenis masing-masing akan membatasi kegiatan mereka pada suatu daerah
tertentu dan berusaha ingin memperthankan daerah tersebut.
2.2 Rusa sambar (Cervus unicol)
Rusa sambar merupakan
populasi rusa terbesar untuk daerah tropic dengan sebaran di indonesia mencakup
pulau besar dan kecil yaitu pulau sumatera,kalimatan,irian,nusa tenggara timur
dan barat serta pulau kecik disekitar sumatera (Whiehead,1994)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan : anaimalia
Filum : chordate
Kelas : mammalian
Ordo : artiodactyla
Upaordo : ruminantia
Family :
cervidea
Upfamily : cervinae
Genus : cervus
Spesies : cervus unicolor
Nama latin
(ilmiah):cervus unicolor,(kerr,1792)
Nama Indonesia : rusa sambar
Ciri khas rusa sambar
adalah,rusa tropis yang terbesar ukuran badannya,bulunya sangat kasar dengan
warna bervariasi antara coklat hingga coklat kehitaman atau coklat
kemerahan(semiadi,2010) berat tubuh russa jantan berkisar antara 180-300 kg,
betina 150 -200kg dan pada saat lahir
5-8kg, sedangkan tingginya mulai unjung kaki sampai pundak, yang
jantan+127cm betina 115(semiadi,1998).
METODE
PRAKTIKUM
1.Tempat
dan Waktu :
Praktiku analisi
populasi rusa dipenangkaran mendalo ini dilakukan pada hari sabtu tanggal 13
februari 2016,dimulai pada pukul 13:00 WIB sampai dengan selesai, Praktikum ini
dilaksanakan di Area penangkaran rusa sambar,desa mendalo darat, kabupaten
muaro jambi
2.Alat
dan Bahan :
alat dan bahan yang
digunakan dalam praktikum ini :
1.
Penangkaran rusa sambar
2.
Buku catatan
3.
Panduan
4.
Pena
5.
Kamera hp
3.Jenis
dan cara pengumpulan data :
Cara yang digunakan
dalam pengambilan data dengan mewawancarakan pekerja yang ada dipenangkaran
rusa sambar hasil data yang diambil akan dimasukan kedalam hasil dan pembahasa.
1.
Pada tahun berapa mulai dibangunnya
penangkaran ini ?
2.
Berapakah jumlah awal rusa dipenangkaran
dan apa saja jenis kelaminnya?
3.
Berapa jumlah rusa yang ada saat ini?
4.
Ada berapakah yang memiliki jenis
kelamin jantan dan betina?
5.
Apa ada yang dewas,remaja dan anakan ?
6.
Apa pakan yang diberikan kepada rusa ?
4.
Analisis data :
Pengamatan kesehatan dan kondisi fisik rusa
dilakukan dengan memperhatikan ruas tulang iga (menonjol atau tidak) dan bentuk penampilan bobot (kurus atau gemuk)
warna rambut (mengkilat atau tidak mengkilat).
Pengamatan nisbah
kelamain nisbah kelamin diperoleh dengan menghitung perbandingan terkecil
jumlah jantan dan betina,atau dengan membagi jumlah betina dengan jumlah
jantan. dilakukan
pada individu dewasa, dengan mengidentifikasi keberadaan ceranggah (tanduk).
Rusa jantan memiliki ceranggah sedangkan rusa betina tidak memiliki ceranggah.
Selain itu dapat pula dibedakan berdasarkan keberadaan testis pada rusa jantan.
Pengamatan struktur umur terdiri dari dewasa,remaja
dan anakan Pengamatan ini dilakukan dengan melihat perbandingan ukuran tubuh,
terutama tinggi. Rusa betina dewasa umumnya memiliki ukuran tubuh yang hampir
sama dengan rusa jantan dewasa. Rusa remaja biasanya memiliki ±¾ tinggi rusa dewasa.
IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Tabel
1-1 Rekapitulasi pengamatan populasi Rusa di Penangkaran Mendalo
Kelompok
|
Dewasa
|
Remaja/Muda
|
Anakan
|
Jumlah
|
|
Jantan
|
Betina
|
||||
A1
|
8
|
1
|
1
|
-
|
10
|
A2
|
8
|
1
|
1
|
-
|
10
|
A3
|
8
|
1
|
1
|
-
|
10
|
A4
|
8
|
1
|
1
|
-
|
10
|
A5
|
8
|
1
|
1
|
-
|
10
|
A6
|
8
|
1
|
1
|
-
|
10
|
A7
|
8
|
1
|
1
|
-
|
10
|
B1
|
8
|
1
|
1
|
-
|
10
|
B2
|
8
|
1
|
1
|
-
|
10
|
B3
|
8
|
1
|
1
|
-
|
10
|
B4
|
8
|
1
|
1
|
-
|
10
|
B5
|
8
|
1
|
1
|
-
|
10
|
B6
|
8
|
1
|
1
|
-
|
10
|
B7
|
8
|
1
|
1
|
-
|
10
|
Total
|
8
|
1
|
1
|
-
|
10
|
Rataan
|
8
|
1
|
1
|
-
|
10
|
Kelas umur
|
Kesehatan
|
Kecatatan
|
|
Dewasa
|
Jantan
|
Kesehatan untuk rusa sambar jatan
semuanya miliki kondisi sehat atau normal.
|
Rusa sambar jantan tidak ada yang
miliki kondisi kecatatan
|
Betina
|
Rusa sambar betina juga memiliki
kondisi kesehatan atau normal .
|
Dan rusa sambar betina juga tidak
memiliki kecatatan.
|
|
Remaja/muda
|
Rusa
sambar betina remaja ada yang sedang hamil dengan kondisi sehat.
|
-
|
|
Anak
|
-
|
-
|
|
Pembahasan
:
Populasi merupakan jumlah spesies tertentu dalam
satu waktu tertentu yang meluputi tempat yang sama.berdasarkan hasil praktikum
yang dilakukan dipenangkaran rusa sambar yang berada dimendalo memiliki 10
spesies rusa sambar. penangkaran rusa sambar yang berdiri pada tahun 2000
sampai saat ini rusa sambar pertama didapatkan melalui dana
reboisasi,panangkaran rusa yang memiliki luas area kurang lebih 1 hekter jumlah
rusa pertama adalah 2 ekor yang terdiri dari 1 jantan dan 1 betina kondisi
penangkaran saat ini masih biak dan mendukung untuk produktivitas dan kualitas
kesehatan satwa.kesehatan rasa dipenangkaran ini sangat dijaga dengan cara
member pakan untuk dikonsumsi rusa adalah dedak, pakan hijau dan bangkil atau
dedak diberikan 3×1 hari 2 gerobak bungkil atau dedak habis dalam sehari untuk
rusa yang berada dipenangkaran.
Nisbah kelamin dan struktur umur
Nisbah kelamin atau seks ratio merupakan perbandingan
humlah jantan dan betina dalam satu populasi (allkodran 1990). Pengamatan yang
kami lakukan di penangkaran rusa sambar ini memiliki nisbah, kelamin yang
dihitung adalah rusa sambar dewasa 4:1 Nisbah tersebut dengan rincian jantan
dewasa sebanyak 8 ekor dan 2 ekor betina dewasa. Pada kelas umur dilakukan
perhitungan meliputi tiga kelas umur, yaitu : dewasa, remaja, anakan.
Berdasarkan data struktur rusa sambar di penangkaran diketahui jumlah dewasa
hanya memiliki 9 ekor, sedangkan jumlah remaja hanya berjumlah 1 ekor,
sedangkan anakan tidak ada di penangkaran.dan ada 1 ekor rusa remaja yang
sedang hamil.
Kesehatan dan kecacatan :
Kondisi kesehatan merupakan satu aspek penting yang
harus diperhatikan dalam suatu penangkaran. Salah satu kesejahteraan satwa
adalah terlindung dari berbagai penyakit, dalam hal ini satwa harus sehat dan
terhindar dari kecacatan karena dapat mengganggu aktivitas satwa. Berdasarkan
hasil praktikum yang dilakukan di penangkaran rusa sambar dan pengamatan yang
terlihat fisik dan kondisi kesehatan dan juga kecacatan. masih dapat di
kategorikan dalam bentuk penampilan bobot (kurus atau gemuk) warna rambut
(mengkilat atau tidak mengkilat) dan kelincahan gerak rusa sambar terlihat
secara keseluruhan termasuk dalam golongan kondisi sehat dan normal.
V.Kesimpulan
dan saran
Kesimpulan
rusa sambar
yang ada dipenangkaran miliki 10 spesies dari 8 ekor rusa dewasa jantan,1 ekor
rusa dewasa betina dan 1 ekor rusa remaja betina. Rusa sambar yang ada didlam
penangkaran memiliki kondisi fisik dan kesehat yang normal.ada 1 betina remaja
yang sedang hamil dipenangkaran rusa sambar mendalo.
Saran
Penangkaran rusa sambar yang akan datang bisa dapat
miliki lebih banyak lagi rusa dari sekarang.kondisi penangkaran rusa sambar
lebih baik lagi dari sekarang dan lebih meripi dengan habitat alaminya.
DAFTAR
PUSTAKA
·
Baku ekologi hutan
